Presiden RI, Joko Widodo, dalam
kunjungan kerjanya di Propinsi Sumatera Barat menargetkan jalur kereta
api dari kota Padang ke Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM),
beroperasi pada 2016. “Untuk tahun depan Insha Allah saya kira sudah
selesai,” ujar Presiden saat melihat pembangunan jalur rel antara
Stasiun Duku dengan Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM),
Sabtu (10/10).Dijelaskannya, untuk menyambung area Stasiun dengan
Bandara akan menggunakan sky bridge atau jembatan. Presiden pun meminta,
jika semua bandara di Indonesia harus memiliki transportasi penguhubung
dengan kota. "Nanti semua airport dihubungkan dengan kota. Menggunakan
kereta api atau trem. Tergantung kotanya," ujar Presiden.
Dirut KAI Edi Sukmoro menyambut kedatangan RI 1
Saat ini, bandara yang sudah memiliki
transportasi penghubung berbasis kereta api hanya Bandara Kualanamu,
Medan, Sumatera Utara. Sedangakan untuk Bandara Soekarno-Hatta,
Cengkareng,Tangerang masih dalam pengerjaan.
Dirut KAI mendampingi Menhub saat menjelaskan maket Stasiun Bandara Internasional Minangkabau
Dalam wawancara terpisah, Menteri
Perhubungan, Ignasius Jonan mengatakan, pembangunan jalur kereta api
menuju BIM ini memanfaatkan jalur yang sudah ada, yaitu dari Stasiun
Padang menuju Stasiun Duku. Yang dibangun sekarang sekitar 4 km dari
Stasiun Duku menuju Stasiun BIM. Sejauh ini pembangunan rel kereta api
menuju Stasiun BIM dari Stasiun Duku tidak ada masalah. Dari 3,9
kilometer rel yang dibangun, telah diselesaikan 2,9 kilometer. Selain
itu, pihaknya akan menunjuk PT KAI sebagai operator KA Bandara tersebut,
dengan skema KA Perintis. Sebab, belum bisa dioperasikan secara
komersial, karena pembangunan dilakukan menggunakan dana APBN sebesar Rp
127,5 miliar.
Sumber : Corcomm KAI