Pembangunan kereta
cepat ini merupakan babak baru dalam perkembangan transportasi masal di
Indonesia. "Semoga dengan pembangunan kereta cepat ini dapat
meningkatkan kesejahteraan wilayah wilayah yang dilewati,"ujar Sahala
Lumban Gaol Staff Ahli Kementerian BUMN. Pada Jumat (16/10) dilakukan
Joint Venture Agreement Signing High Speed Railway of Jakarta-Bandung
bertempat di Hotel Pullman Jakarta. Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia
Xie Feng mengatakan bahwa pembangunan ini penting bagi kedua negara.
Suasana Penandatanganan Joint Venture
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur
Utama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia Dwi Windarto dan Perwakilan dari
China Railway International Yang Zhongmin. PT Pilar Sinergi BUMN
Indonesia terdiri dari 4 BUMN yaitu PT Wijaya Karya, PT Kereta Api
Indonesia, PT Perkebunan Nusantara VIII dan PT Jasa Marga. Kepemilikan
Wijaya Karya dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yaitu 38%, KAI 25%,
PN VIII 25%, dan Jasa Marga 12%.
Foto bersama konsorsium kereta cepat cina
"KAI siap menjadi operator KA Cepat.
Yang terpenting dalam operasional KA Cepat adalah safety," ujar Direktur
Utama KAI Edi Sukmoro. "Keselamatan perjalanan merupakan hal yang
terpenting," tambahnya. Pengamat Transportasi Prof. Ofiar mengatakan
bahwa pembangunan transportasi masal harus memikirkan integrasi dengan
transportasi lainnya agar pembangunannya efektif.
Sumber : Corcomm KAI