Untuk meningkatkan
pendapatannya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember
melakukan inovasi dengan meluncurkan Lori Wisata Terowongan Mrawan pada
Minggu (20/3) . Hal ini terinspirasi melihat geliat pariwisata di
wilayah Kabupaten Jember dan Banyuwangi yang saat ini mengalami
perkembangan sangat pesat. Direktur Keuangan PT KAI Didiek Hartantyo
menambahkan, lori wisata ini merupakan inovasi PT KAI yang berkolaborasi
dengan daerah maupun BUMN lain untuk menghidupkan destinasi-destinasi
wisata di daerah yang bukan hanya kebun, tetapi juga kuliner dan jasa
transportasi. “Selain itu, juga untuk membuka akses wisatawan asing
dengan menggunakan jalur kereta api,”ujar Didiek.
Peresmian Lori Wisata Mrawan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas disaksikan oleh Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
yang langsung mencoba Lori Wisata ini seusai peresmian, mengucapkan
apresiasinya. "Lori wisata, yang digagas Daop IX Jember, itu
terinspirasi geliat pariwisata di dua kabupaten yang kini mengalami
perkembangan yang cukup pesat," ujarnya. “Lori wisata ini adalah bentuk
kolaborasi. KAI mendukung upaya pengembangan wisata di Banyuwangi. Wajib
dijajal bagi wisatawan yang menyukai jenis wisata edukasi dan wisata
sejarah, karena atraksi ini kental nuansa edukasi dan sejarah,” kata
Anas. Kepala Kantor Pariwisata Jember Sandi Suwardi Hasan menyambut baik
lori wisata yang diluncurkan PT KAI Daop IX. Kemunculannya bisa
mengembangkan destinasi wisata di Jember yang kaya perkebunan.
Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo memberangkatkan Lori Wisata Mrawan
Lori wisata dengan trayek
Kalibaru-Mrawan-Garahan yang berjarak 17 Km ini menyajikan pemandangan
agrowisata, perkebunan kopi, terowongan, dan jembatan yang tinggi. Harga
sewa Lori Wisata ini dapat dipesan dengan sistem rombongan, dengan
tarif 1,2 Juta Rupiah untuk 16 penumpang Lori. Terdapat dua terowongan
yang menjadi objek menarik bagi wisatawan. Terowongan Mrawan dan Grawhan
merupakan terowongan yang memisahkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi.
Terowongan tersebut dibangun sekitar 1910 oleh pemerintah Belanda.
Selain dari sisi sejarah, terdapat sisi wisata edukasi, wisatawan bakal
diperkenalkan dengan dunia perkebunan kopi dan cokelat.
Sumber : PR KAI