Usaha untuk mengaktifkan kembali (reaktivasi) jalur Kereta Api dalam kota di Surabaya semakin menunjukkan kepastian. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT KAI, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan serta Pemerintah Kota Surabaya, selasa (28/4). MoU yang berisikan tentang dukungan dari masing-masing pihak untuk mendukung sistem transportasi umum di kota Surabaya dengan memaksimalkan moda transportasi berbasis rel/kereta api.

EVP Daop 8 menanda tangani MoU reaktivasi jalur KA dalam kota Surabaya disaksikan Walikota Surabaya dan DirjenKA
Kedepannya jalur tersebut digunakan untuk pengembangan Trem dalam kota yang rencanya akan dilakukan groundbreaking tahun ini. Jalur trem ini akan membentang sepanjang sekitar 17 kilometer. Yakni dari selatan akan dimulai dari Wonokromo-Kebun Binatang Surabaya (KBS)-Jalan Pandegiling-Embong Malang-Kedungdoro-Pasar Blauran-Pasar Turi. Lalu menuju Surabaya utara, yakni di Jalan Indrapura, memutar ke arah Jalan Rajawali-Jembatan Merah-Tugu Pahlawan- Jalan Tunjungan-Jalan Panglima Sudirman dan kembali lagi menuju Wonokromo.

DirjenKA, Walikota Surabaya dan EVP daop 8 berfoto bersama usai penanda tanganan moU
Walikota Surabaya, Tri Risma Harini pada waktu penandatangana MoU tersebut mengatakan bahwa Pemkot Surabaya berterima kasih kepada PT KAI dan Ditjen Perkeeretapian atas dukungan untuk reaktivasi jalur KA dalam kota Surabaya. Nantinya, operasional KA dalam kota tersebut akan terhubung dengan Traffic light. Hadir pada penanda tanganan yang dilakukan diruang kerja Walikota Surabaya tersebut, DirjenKA, Hermanto Dwiatmoko, Walikota Surabaya, Tri Risma Harini serta EVP PT KAI Daop 8 Surabaya, Yusren mewakili Direksi PT KAI.
Sumber : Corcomm PT KAI